Biografi 1000 kata

Nama            : Inda
Nim               : 12001061
Kelas             : 1B
Prodi             : Pendidikan Agama Islam
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Deskripsi Biografi Tokoh
Saya memilih Guru Mengaji
                Sedari aku kecil aku diajarkan mengaji dari huruf Alif hingga Al - Qur'an oleh bapak ku tapi dikarenakan bapak ku sudah tua jadi bapak ku menyerahkan aku kepada guru ngaji untuk melanjutkan belajar qiro'ah.Sekarang aku sudah enam tahun belajar ngaji bersama beliau.Selain aku mengidolakan kedua orangtua ku aku juga mengidolakan guru ngaji ku itu.Guru ngaji ku ini namanya Hamdan.Pak Hamdan adalah sosok yang sangat aku idolakan dan aku kagumi karena ia adalah guru ngaji terbaik ku.Guru ku itu memang tidak muda lagi umur nya sekitar 40 tahun.Selain berprofesi sebagai guru ngaji ia juga kerja di kantor Balai Pertanian.Aku memanggilnya Bapak karena bagiku ia sudah seperti orangtua kedua ku.Beliau memiliki tubuh yang tinggi,berkulit hitam,badannya kurus hidungnya mancung,dan kepalanya sulah karena mungkin faktor umur dan lain sebagainya.Yang kukagumi dari beliau adalah suara merdu nya yang tak pernah berubah dari pertama aku belajar ngaji dengannya hingga saat ini,aku salut sekali dan aku berharap suatu saat aku bisa menjadi qori'ah seperti beliau.Beliau adalah guru yang sangat baik karena tutur bahasanya yang lembut,ia tidak pernah marah walau aku sering tidak datang untuk belajar ngaji.Pak hamdan biasanya kami sapa dengan pak ndan,pak ndan ini aslinya orang Riau.Ia adalah qori’ah ternama dari riau namun setelah menikah pak ndan beserta istri tinggal dikota Pontianak tepatnya di jalan Budiutomo Gg.pendidikan,saat ini pak ndan sudah memiliki enam orang anak,dimana anaknya tiga orang putra da tiga orang putri.Anaknya yang bungsu saat ini masih bayi.cerita awal kali keluarga kami kenal dengan pak ndan iu dikarenakan  perlombaan MTQ yang diadakan di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak,waktu itu aku masih kelas enam Sekolah Dasar,kemudian aku ikut MTQ cabang Tilawah anak – anak putri perwakilan siantan Hulu kemudian untuk tilawah anak – anak putra yaitu pasangan MTQ ku bernama Bayu,kemudian bayu ini juga didampingi oleh kedua orangtua,keluarga dan juga guru ngajinya dan guru ngajinya inilah yang bernama pak ndan,pada malam itu adalah malam pembukaan MTQ diamana kami semua membawa obor dan berkeliling sambil pawai.Disana terdapat banyak seklai khafilah khafilah lainnya.bapak ku juga seorang qori,kemudian abnag ku juga seorang qori,kemudian aku juga seorang qoriah,kemudian adik ku juga seorang qori tapi ak ku qori cabang tartil,sedang bapakku,abangku,dan aku MTQ cabang tilawah.Aku dan bapak masih melihat bakat adik ki ku yang bungsu apakah ia berbakat di bidang seni baca Quran ata tidak.Inilah cerita awal kelurga kami mengenal pak ndan dan dari situ kemudian bapak ku menyerahkan aku ke pak ndan agar di didik dalam seni bca alqur’an mulai dari perbaikan huruf sampai mengubah nada atau lagu baru dalam seni baca al qur’an.pak adalah guru yang sangat baik,aku mulai ngaji dengan beliau yaitu saat baru naik ke SMP waktu kelas satu.Disitu aku mulia aktif untuk mendatangi pak ndan untuk demi berlatih memperbaiki bacaan qur’an.setiap sore aku dikejar oleh anjing komplek diperjalanan ku kareba aku sekolah menggunakan sepeda tapi bagiku iyu itu tak mengapa karena itu adala bagian dari usaha yang aku lakukan aku harap suatu hari  nanti usaha yang aku lakukan dapat membuahkan hasil. Pak ndan ini rumah nya tidak jauh dari kantor balai pertanian tempatbia bekerja,terkadang juga aku mengaji dirumahnya tetapi terkadang juga dikantor,pak hamdan banyak sekali memiliki anak didik ngaji mulai dari anak kecil hingga orangtua.Hingga saat ini mungkin kurang lebih sebenarnya enam tahun sudah aku berguru dengan beliau hanya saja dikarenakan aku beberapa waktu lalu aku SMA nya di kecamatan Bonti kabupaten sanggau jadi yang mengharuskan aku berhenti belajar ngaji dengan pak ndan disitu  aku berhenti selama tiga tahun belajar ngaji.Kemudian di sanggau aku ada guru ngaji namun tak sama dengan pak ndan kemudian lagunya pun lagu lama.disanggau aku hanya mengajarkan anak anak kecil nagji,kemudian mengajar TPA,dan mengajar para mualaf yang di kecamatan bonti.kemudian hari demi hari berlalu dan aku tamat dari sma bonti tersebut.kemudian pulang Pontianak aku terasa canggung untuk kerumah pak ndan untuk berkunjung karea aku merasa malu sekali dikarenakan sudah tiga tahun tidak bertemu.pak hamdan sangat menyangi jika aku berhenti mengaji karena aku adalah murid satu satunya perempuan yang masih betehan hingga saat ini.jadi aku berteka kuat untuk sebisa mngkin membagi waktu untuk belajar ngaji dengan beliau.dan aat ini aku mulai ngaji dengan pak ndan.untuk saat ini ada sekitar sebulan aku ngaji dnegan beliau . aku salut sekali dengan pak ndan karena dari pertama kali aku belajar ngaji dengnnya suaranya tidak berubah hingga saat ini,terkadanag aku heran dengan pak ndan kenapa suara bisa tidak berubah padahal dia angat kuatsekali merokok maksudnya merokok dalam porsi banyak sekali.sedangkan aku yang mernjaga pola makan serta minyak dan lainnya tetapi terkadang suara ku masih serak sampai aku bertanya apa rahasia agar suara tetap bagus dan ia berkata tidak ada resep khusus untuk menjaga suara hanya saja perbanyak minum air putih.Kemudian baru – baru ini ada murid baru pak ndan yaitu namanya Yuda,ia adalah murid pak ndan dari sejak yuda sekolah dasar.yuda murid pak nfan terlama yang hingga saat ini masih mengadbdi tidak seperti murid yang lain yang sudah banyak berhenti termasuk bayu juga adalah murid pak ndan yang saat ini suadah berenti.Saat ini juga pak ndan mengajak aku untuk mengajar ngaji di pesantren al – husna.jadwalnya hari sabtu dan minggu dan jadwal ngaju ku degn apak nfan malam sabtu dan malam minggu.Bapak ku berencana juga menyerahkan adik ku ke pak ndan untuk di didik bacaan alqur’annya sepeti aku dan sekaligus adik ku ingin bekajar do’a – do’a dengan beliau dan adik ku juga ingin belajar agar menjadi imam sholat untuk taraweh nanti dikarenakan tidak terasa waktu sebentar lagi menyambut buln puasa.sedangka adikku yang bungsu juga ingijnbapak ku serahkan ke pak ndan juga untuk mempelanar baan nya.Pak hamdan sellau berkata dan memesan kepadaku untuk luangkan waktu sedikit agar belajar ngaji karena bapak tidak tahu umur bapak sampai kapan dan jangan kamu menyesal jika bapak sudah tidak ada,begitu lah yang selalu diucapkan guru ku ini yang terkadang membuat ku sedih.tapi ada satu pesan dari pak hamdan yang sellau ku ingat yaitu,jangan lupakan al – qur’an dimana pun dan kapan pun sellau ingatlah dengan al – qur’an karena tanpa disadari al – qur’an menaikkan derajatmu.